Meja kajian dewasa dengan buku, catatan, sajadah, kopi, kompas, dan kursi kosong tanpa figur makhluk bernyawa

Komunitas lelaki dewasa untuk tumbuh dan memimpin

Menjadi hamba, suami, ayah, dan pemimpin keluarga yang lebih utuh.

The Father Project menemani laki-laki Muslim menata iman, adab, emosi, komunikasi, dan tanggung jawab agar lebih hadir bagi keluarga.

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang ia pimpin.(HR. Bukhari & Muslim)

Mari berjalan dan berjuang bersama

Ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang bertumbuh bagi laki-laki Muslim dewasa.

The Father Project adalah program pembinaan dan pembelajaran daring yang dirancang khusus untuk laki-laki Muslim agar mampu memahami dan menjalankan perannya secara utuh: sebagai hamba Allah, anak, suami, ayah, dan bagian dari masyarakat.

Di tengah fenomena fatherless dan krisis kepemimpinan keluarga, program ini lahir untuk menawarkan solusi yang membumi, bertahap, dan menyentuh hati.

Program ini menawarkan perjalanan perubahan diri: kembali menjadi laki-laki yang berfungsi utuh, menghadirkan cinta, ilmu, dan keteladanan di tengah rumah tangga.

Tantangan laki-laki hari ini

Banyak ayah ingin berubah, tetapi terlalu lama berjalan sendiri.

Merasa harus kuat, tetapi jarang punya ruang aman untuk jujur dan bertumbuh.Ingin hadir untuk keluarga, namun sering habis energi oleh pekerjaan dan tekanan hidup.Sulit berkomunikasi dengan istri dan anak tanpa marah, diam, atau menghindar.Paham bahwa ayah adalah pemimpin, tetapi belum punya peta langkah yang realistis.Membawa luka masa kecil atau pengalaman fatherless yang belum selesai.Ingin lebih dekat kepada Allah, tetapi ritme hidup terasa berantakan.
122+Peserta dari berbagai daerah
4Peran utama: hamba, suami, ayah, pemimpin

Tujuan Program

Menumbuhkan laki-laki yang hadir, bertanggung jawab, dan mampu memimpin keluarga dengan ilmu.

01

Menumbuhkan kesadaran laki-laki Muslim tentang identitas, amanah, dan tanggung jawab dirinya menurut Islam.

02

Membentuk ayah yang bertakwa, beradab, berilmu, dan hadir secara ruhiyah, emosional, serta fisik dalam keluarga.

03

Melatih kepemimpinan rumah yang tegas, lembut, komunikatif, dan bisa diteladani.

04

Menyediakan pendidikan aplikatif dan komunitas suportif yang memperkuat ketahanan keluarga.

Visi Program

Membentuk generasi ayah Muslim yang bertakwa, hadir secara utuh, dan mampu menjadi qowwam yang menumbuhkan keluarganya dalam cinta, ilmu, dan ibadah.

Misi The Father Project

  1. Menumbuhkan kesadaran ruhiyah dan peran laki-laki sebagai hamba Allah.
  2. Membina para ayah agar mampu menjalankan empat peran utama hidupnya.
  3. Menyediakan program pembelajaran daring yang aplikatif, reflektif, dan membumi.
  4. Membangun komunitas dukungan yang saling menguatkan, menasihati, dan bertumbuh bersama.
  5. Mendorong ayah menjadi teladan dalam ibadah, komunikasi, kepemimpinan, dan pengasuhan.
  6. Menjadi gerakan sosial edukatif yang melawan fenomena fatherless dan krisis kepemimpinan keluarga.
  7. Menumbuhkan ketahanan dan ketangguhan keluarga.
  8. Membentuk jaringan ayah-ayah rabbani di seluruh Indonesia.

Pendekatan Pendidikan

Dibangun untuk laki-laki dewasa: reflektif, aplikatif, dan tetap hidup dalam komunitas.

Tauhid-sentris

Setiap peran dibangun atas dasar penghambaan kepada Allah, bukan sekadar tuntutan sosial.

Adab & akhlak

Tidak hanya materi, tetapi pembiasaan lisan, sikap, keteladanan, dan tanggung jawab.

Andragogik & reflektif

Disesuaikan dengan pola pikir, luka, beban, dan kebutuhan laki-laki dewasa.

Praktis & realistik

Fokus pada perubahan nyata di rumah: ibadah, komunikasi, emosi, dan kehadiran.

Komunitas & keberlanjutan

Bukan selesai saat modul habis. Komunitas tetap hidup sebagai ruang saling menguatkan.

Profil Peserta yang Dituju

Untuk laki-laki yang ingin kembali kepada perannya dengan lebih sadar.

Perubahan yang diikhtiarkan

Bukan sekadar tahu peran ayah, tetapi mulai menjalankannya dengan adab dan tanggung jawab.

01

Laki-laki lebih sadar posisi dirinya sebagai hamba Allah sebelum menjadi pemimpin keluarga.

02

Ayah lebih hadir dalam ibadah, komunikasi, pendidikan, dan keputusan rumah.

03

Relasi suami-istri lebih mudah dibangun dengan tanggung jawab, bukan saling menyalahkan.

04

Keluarga memiliki figur ayah yang lebih tenang, tegas, dan bisa dipercaya.

The Father Project hadir untuk kita

Komunitas belajar adalah jantung dari program.

Di dalam The Father Project, perubahan diri tidak cukup dengan ilmu saja. Ia membutuhkan lingkungan, suasana, dan teman seperjalanan.

Setiap peserta tidak hanya belajar melalui materi, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas ayah: ruang aman dan hangat untuk para laki-laki Muslim.

Saling menguatkan di saat jatuh.Saling menasihati dengan ilmu dan kelembutan.Saling mendengar tanpa menghakimi.Saling bertumbuh dalam ruh tauhid, adab, dan cinta keluarga.

Komunitas ini bukan grup formal berisi aturan. Ini adalah lingkaran laki-laki yang ingin kembali menjadi hamba dan pemimpin rumah tangga dengan arah yang benar.

Flyer Program

The Father Project

Menemani perjalanan laki-laki Muslim menjadi hamba, suami, ayah, dan pemimpin keluarga yang lebih baik.

DaringReflektifKomunitas

Pembina & Pengajar

Ustadz Abu Ibrahim Heykal Sya'ban, M.Ag

Pembina dan pengajar yang membersamai proses belajar, refleksi, dan penguatan peran ayah Muslim.

Konsultasikan kepada kami

Siap berjalan dan berjuang bersama The Father Project?

Ambil langkah awal untuk bertumbuh sebagai hamba, suami, ayah, dan pemimpin keluarga yang lebih baik.

Konsultasi