Anak laki-laki Muslim tampak dari belakang sedang menyusun balok kayu dan mainan konstruksi di ruang belajar rumah

Sekolah Islam berbasis keluarga

Belajar dekat dengan rumah. Bertumbuh dekat dengan orang tua.

IAIS Home-Based Learning membantu keluarga Muslim menata kurikulum, adab, aktivitas bermain, dan rutinitas belajar agar pendidikan anak berjalan terarah tanpa kehilangan kehangatan rumah.

Bermain, membaca, berkarya, dan membantu di rumah sama-sama menjadi ruang belajar.

Siklus pendampingan

Kurikulum hadir sebagai peta, bukan beban tambahan di rumah.

  1. 01

    Petakan kebutuhan

    Kenali fase tumbuh, kesiapan anak, dan kapasitas pendampingan keluarga.

  2. 02

    Susun ritme

    Tempatkan ibadah, belajar, bermain, bergerak, dan istirahat secara realistis.

  3. 03

    Jalankan aktivitas

    Hubungkan materi dengan eksplorasi, proyek, percakapan, dan kehidupan rumah.

  4. 04

    Baca perkembangan

    Amati pemahaman, adab, kemandirian, kebiasaan, dan kebutuhan tindak lanjut.

Tentang Program

Rumah bukan sekadar lokasi belajar. Rumah adalah lingkungan pendidikan pertama.

IAIS Home-Based Learning membantu orang tua menjalankan pendidikan anak dari rumah dengan arah yang lebih jelas. Anak tetap belajar akademik inti, ilmu Islam, adab, keterampilan hidup, dan rutinitas harian dalam suasana keluarga yang hangat.

Program ini dibuat untuk keluarga yang membutuhkan fleksibilitas, namun tetap ingin memiliki kurikulum, target, pendampingan, dan evaluasi perkembangan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Target disusun untuk membantu keluarga konsisten, bukan untuk memindahkan tekanan sekolah ke ruang keluarga.

Kebutuhan keluarga

Home-based learning membutuhkan lebih dari sekadar lembar kerja.

Anak membutuhkan pendidikan Islam yang terarah, tetapi keluarga membutuhkan ritme belajar yang lebih fleksibel.

Orang tua ingin mendidik dari rumah, namun tetap membutuhkan kurikulum, panduan, dan evaluasi yang jelas.

Keluarga diaspora atau keluarga berpindah tempat membutuhkan sistem belajar yang tetap stabil.

Anak perlu tumbuh dengan adab, rutinitas ibadah, literasi, numerasi, dan keterampilan hidup secara seimbang.

Untuk siapa?

Untuk keluarga yang ingin mendidik dari rumah tanpa berjalan sendirian.

  • Keluarga Muslim yang memilih homeschooling atau home-based learning dengan arahan kurikulum.
  • Orang tua yang ingin lebih dekat mendampingi proses belajar, adab, dan ibadah anak.
  • Keluarga diaspora yang membutuhkan pendidikan Islam dari rumah dengan struktur yang jelas.
  • Anak usia dini dan sekolah dasar yang membutuhkan ritme belajar hangat, aman, dan tidak terburu-buru.
  • Keluarga yang ingin menguatkan fungsi rumah sebagai madrasah pertama.

Pilar pembelajaran

Belajar dari rumah tetap membutuhkan arah, ritme, dan ukuran perkembangan.

Tauhid dan adab harian

Pembelajaran diarahkan agar anak mengenal Allah, terbiasa dengan adab, dan melihat ibadah sebagai bagian dari kehidupan.

Akademik inti yang bertahap

Literasi, numerasi, sains, bahasa, dan keterampilan berpikir disusun sesuai fase tumbuh anak.

Rutinitas rumah yang mendidik

Jadwal belajar tidak berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan ibadah, tanggung jawab rumah, bermain, dan istirahat.

Kolaborasi orang tua dan fasilitator

Orang tua mendapat panduan dan ruang konsultasi agar pendampingan di rumah lebih tenang dan konsisten.

Program aktif

Dua jenjang awal untuk membangun fondasi belajar anak dari rumah.

Usia 3-6 tahun

Preschool & Kindergarten

Program usia dini untuk menumbuhkan rasa aman, adab, kemandirian, bahasa, motorik, dan cinta belajar dari rumah.

  • Tema belajar sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
  • Aktivitas bermain bermakna, eksplorasi, cerita, seni, dan rutinitas adab.
  • Pembiasaan ibadah harian sesuai usia tanpa tekanan berlebihan.
  • Panduan orang tua untuk mendampingi anak dengan ritme lembut.
Tanyakan jenjang ini
Usia 6-12 tahun

IAIS Elementary School

Program sekolah dasar home-based untuk menguatkan ilmu Islam, akademik inti, tanggung jawab, dan keterampilan hidup anak.

  • Integrasi diniyyah, Quraniyah, literasi, numerasi, sains, bahasa, dan life skills.
  • Target belajar bertahap yang mudah dipantau oleh orang tua.
  • Proyek sederhana dan aktivitas rumah yang menghubungkan ilmu dengan amal.
  • Evaluasi holistik: pemahaman, adab, rutinitas, kemandirian, dan perkembangan anak.
Tanyakan jenjang ini

Indonesia dan diaspora

Pendidikan anak tetap bisa terarah meski keluarga membutuhkan fleksibilitas.

IAIS HBL membantu keluarga menjaga kesinambungan belajar ketika anak belajar dari rumah, tinggal di luar negeri, sering berpindah tempat, atau membutuhkan ritme pendidikan yang lebih personal.

Struktur kurikulum

Ilmu Islam, akademik inti, life skills, dan pendampingan orang tua berjalan bersama.

01

Islamic Essential Knowledge

  • Aqidah dan tauhid
  • Adab dan akhlak
  • Ibadah harian
  • Sirah Nabawiyah
  • Tahsin dan tahfidz Al-Qur'an
02

Core Academics

  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris dasar
  • Matematika dan numerasi
  • Sains dan alam sekitar
  • Literasi membaca
03

Life Skills & Projects

  • Kemandirian rumah
  • Kreativitas dan karya
  • Kebiasaan sehat
  • Komunikasi dan tanggung jawab
  • Proyek keluarga sederhana
04

Parent Guidance

  • Panduan mingguan
  • Ruang konsultasi
  • Laporan perkembangan
  • Forum orang tua
  • Penguatan ritme belajar rumah

Ritme harian

Belajar dibuat menyatu dengan kehidupan rumah.

Anak tidak hanya menyelesaikan materi. Ia belajar bangun dengan tertib, beribadah, membantu rumah, membaca, berhitung, mengeksplorasi alam, berkarya, dan beristirahat dengan ritme yang sehat.

Rutinitas inilah yang membantu anak membangun fungsi eksekutif: fokus, kendali diri, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan tugas bertahap.

  1. PagiIbadah dan kesiapan diri
  2. IntiLiterasi dan numerasi
  3. EksplorasiBermain dan berkarya
  4. HidupGerak dan tanggung jawab rumah

Peran orang tua

Orang tua adalah pendamping utama, bukan sekadar pengawas tugas.

  • Menyiapkan lingkungan belajar yang tenang, rapi, dan tidak berlebihan.
  • Menjaga rutinitas ibadah, adab, tidur, makan, bermain, dan belajar.
  • Mendampingi tugas anak sesuai panduan tanpa mengambil alih seluruh proses.
  • Melaporkan perkembangan anak dan berdiskusi dengan fasilitator ketika ada kendala.
  • Menjadi teladan dalam kesabaran, disiplin, dan cinta ilmu.

Alur bergabung

Mulai dari membaca kebutuhan keluarga, lalu menyusun ritme belajar yang mungkin dijalani.

01

Orientasi keluarga

Memahami kebutuhan anak, kesiapan orang tua, ritme rumah, dan pilihan program yang paling sesuai.

02

Panduan belajar

Keluarga menerima arah materi, target, rutinitas, dan aktivitas yang dapat dijalankan dari rumah.

03

Pendampingan rutin

Orang tua menjalankan proses belajar bersama anak dengan dukungan komunikasi dan evaluasi berkala.

04

Evaluasi perkembangan

Perkembangan anak dibaca secara holistik: adab, ibadah, kognitif, bahasa, kemandirian, dan keterampilan hidup.

Batasan yang dijaga

Fleksibel, tetapi tetap berpijak pada adab dan arah syar'i.

Visual dan media belajar dipilih dengan hati-hati, tanpa figur makhluk bernyawa.Materi keislaman diarahkan agar selaras dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman salafus shalih.Target belajar dibuat realistis agar keluarga tidak kehilangan ketenangan rumah.Pembelajaran tidak menggantikan peran orang tua, tetapi membantu orang tua menjalankan amanah pendidikan.

Home-Based Learning

Mulai dari kebutuhan nyata anak dan kapasitas keluarga Anda.

Kami bantu menjelaskan alur IAIS Home-Based Learning, pilihan jenjang, pendampingan orang tua, dan langkah awal yang paling sesuai untuk keluarga.