Anak membutuhkan pendidikan Islam yang terarah, tetapi keluarga membutuhkan ritme belajar yang lebih fleksibel.

Sekolah Islam berbasis keluarga
IAIS Home-Based Learning
IAIS Home-Based Learning membantu keluarga Muslim menata kurikulum, adab, aktivitas bermain, dan rutinitas belajar agar pendidikan anak berjalan terarah tanpa kehilangan kehangatan rumah.
Siklus pendampingan
Kurikulum hadir sebagai peta, bukan beban tambahan di rumah.
- 01
Petakan kebutuhan
Kenali fase tumbuh, kesiapan anak, dan kapasitas pendampingan keluarga.
- 02
Susun ritme
Tempatkan ibadah, belajar, bermain, bergerak, dan istirahat secara realistis.
- 03
Jalankan aktivitas
Hubungkan materi dengan eksplorasi, proyek, percakapan, dan kehidupan rumah.
- 04
Baca perkembangan
Amati pemahaman, adab, kemandirian, kebiasaan, dan kebutuhan tindak lanjut.
- Untuk siapa
- Anak usia 3-12 tahun dan orang tua
- Bentuk belajar
- Belajar dari rumah bersama pendamping
- Fokus utama
- Ilmu Islam, akademik inti, dan kecakapan hidup
Tentang Program
Rumah sebagai lingkungan pendidikan pertama.
IAIS Home-Based Learning membantu orang tua menjalankan pendidikan anak dari rumah dengan arah yang lebih jelas. Anak tetap belajar akademik inti, ilmu Islam, adab, keterampilan hidup, dan rutinitas harian dalam suasana keluarga yang hangat.
Program ini dibuat untuk keluarga yang membutuhkan fleksibilitas, namun tetap ingin memiliki kurikulum, target, pendampingan, dan evaluasi perkembangan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Target disusun untuk membantu keluarga konsisten, bukan untuk memindahkan tekanan sekolah ke ruang keluarga.
Kebutuhan keluarga
Home-based learning membutuhkan lebih dari sekadar lembar kerja.
Orang tua ingin mendidik dari rumah, namun tetap membutuhkan kurikulum, panduan, dan evaluasi yang jelas.
Keluarga diaspora atau keluarga berpindah tempat membutuhkan sistem belajar yang tetap stabil.
Anak perlu tumbuh dengan adab, rutinitas ibadah, literasi, numerasi, dan keterampilan hidup secara seimbang.
Untuk siapa?
Untuk keluarga yang memilih belajar dari rumah.
- Keluarga Muslim yang memilih homeschooling atau home-based learning dengan arahan kurikulum.
- Orang tua yang ingin lebih dekat mendampingi proses belajar, adab, dan ibadah anak.
- Keluarga diaspora yang membutuhkan pendidikan Islam dari rumah dengan struktur yang jelas.
- Anak usia dini dan sekolah dasar yang membutuhkan ritme belajar hangat, aman, dan tidak terburu-buru.
- Keluarga yang ingin menguatkan fungsi rumah sebagai madrasah pertama.
Pilar pembelajaran
Empat pijakan belajar dari rumah.
Tauhid dan adab harian
Pembelajaran diarahkan agar anak mengenal Allah, terbiasa dengan adab, dan melihat ibadah sebagai bagian dari kehidupan.
Akademik inti yang bertahap
Literasi, numerasi, sains, bahasa, dan keterampilan berpikir disusun sesuai fase tumbuh anak.
Rutinitas rumah yang mendidik
Jadwal belajar tidak berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan ibadah, tanggung jawab rumah, bermain, dan istirahat.
Kolaborasi orang tua dan fasilitator
Orang tua mendapat panduan dan ruang konsultasi agar pendampingan di rumah lebih tenang dan konsisten.
Program aktif
Pilihan jenjang sesuai usia anak.
Preschool & Kindergarten
Program usia dini untuk menumbuhkan rasa aman, adab, kemandirian, bahasa, motorik, dan cinta belajar dari rumah.
- Tema belajar sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
- Aktivitas bermain bermakna, eksplorasi, cerita, seni, dan rutinitas adab.
- Pembiasaan ibadah harian sesuai usia tanpa tekanan berlebihan.
- Panduan orang tua untuk mendampingi anak dengan ritme lembut.
IAIS Elementary School
Program sekolah dasar home-based untuk menguatkan ilmu Islam, akademik inti, tanggung jawab, dan keterampilan hidup anak.
- Integrasi diniyyah, Quraniyah, literasi, numerasi, sains, bahasa, dan life skills.
- Target belajar bertahap yang mudah dipantau oleh orang tua.
- Proyek sederhana dan aktivitas rumah yang menghubungkan ilmu dengan amal.
- Evaluasi holistik: pemahaman, adab, rutinitas, kemandirian, dan perkembangan anak.
Indonesia dan diaspora
Belajar terarah, di mana pun keluarga berada.
IAIS HBL membantu keluarga menjaga kesinambungan belajar ketika anak belajar dari rumah, tinggal di luar negeri, sering berpindah tempat, atau membutuhkan ritme pendidikan yang lebih personal.
Struktur kurikulum
Kurikulum yang menyeimbangkan ilmu dan kecakapan.
Ilmu Islam dan Al-Qur'an
- Aqidah dan tauhid
- Adab dan akhlak
- Ibadah harian
- Sirah Nabawiyah
- Tahsin dan tahfidz Al-Qur'an
Akademik inti
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris dasar
- Matematika dan numerasi
- Sains dan alam sekitar
- Literasi membaca
Kecakapan hidup dan proyek
- Kemandirian rumah
- Kreativitas dan karya
- Kebiasaan sehat
- Komunikasi dan tanggung jawab
- Proyek keluarga sederhana
Pendampingan orang tua
- Panduan mingguan
- Ruang konsultasi
- Laporan perkembangan
- Forum orang tua
- Penguatan ritme belajar rumah
Ritme harian
Belajar dibuat menyatu dengan kehidupan rumah.
Anak tidak hanya menyelesaikan materi. Ia belajar bangun dengan tertib, beribadah, membantu rumah, membaca, berhitung, mengeksplorasi alam, berkarya, dan beristirahat dengan ritme yang sehat.
Rutinitas inilah yang membantu anak membangun fungsi eksekutif: fokus, kendali diri, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan tugas bertahap.
- PagiIbadah dan kesiapan diri
- IntiLiterasi dan numerasi
- EksplorasiBermain dan berkarya
- HidupGerak dan tanggung jawab rumah
Peran orang tua
Orang tua adalah pendamping utama, bukan sekadar pengawas tugas.
- Menyiapkan lingkungan belajar yang tenang, rapi, dan tidak berlebihan.
- Menjaga rutinitas ibadah, adab, tidur, makan, bermain, dan belajar.
- Mendampingi tugas anak sesuai panduan tanpa mengambil alih seluruh proses.
- Melaporkan perkembangan anak dan berdiskusi dengan fasilitator ketika ada kendala.
- Menjadi teladan dalam kesabaran, disiplin, dan cinta ilmu.
Alur bergabung
Mulai dari kesiapan anak dan keluarga.
Orientasi keluarga
Memahami kebutuhan anak, kesiapan orang tua, ritme rumah, dan pilihan program yang paling sesuai.
Panduan belajar
Keluarga menerima arah materi, target, rutinitas, dan aktivitas yang dapat dijalankan dari rumah.
Pendampingan rutin
Orang tua menjalankan proses belajar bersama anak dengan dukungan komunikasi dan evaluasi berkala.
Evaluasi perkembangan
Perkembangan anak dibaca secara holistik: adab, ibadah, kognitif, bahasa, kemandirian, dan keterampilan hidup.
Batasan yang dijaga
Fleksibel, tetapi tetap berpijak pada adab dan arah syar'i.
Siapkan langkah pertama Anda.
Mulai dari kebutuhan yang nyata. Tiga hal ini membantu percakapan dengan admin menjadi lebih terarah.
Tanya admin- 01
Catat usia, pengalaman belajar, dan kebutuhan pendampingan anak.
- 02
Tentukan siapa yang mendampingi serta waktu yang tersedia di rumah.
- 03
Siapkan tempat belajar sederhana dan diskusikan ritme layar, bermain, gerak, serta istirahat.
Sebelum Anda bergabung.
Jawaban untuk membantu Anda memilih dengan lebih tenang.
Apakah anak cukup mengikuti kelas daring sendiri?
Tidak. Orang tua atau pendamping memegang peran utama, terutama pada usia dini. Belajar dari rumah mencakup aktivitas langsung, pembiasaan adab, eksplorasi, dan latihan kemandirian.
Bagaimana menentukan jenjang yang sesuai?
Jenjang yang dijelaskan meliputi usia dini 3-6 tahun dan sekolah dasar 6-12 tahun. Sampaikan usia, pengalaman belajar, serta kesiapan anak agar admin dapat menjelaskan pilihan yang relevan.
Apa yang perlu ditanyakan tentang administrasi pendidikan?
Sebelum mendaftar, mintalah penjelasan tertulis tentang status layanan, dokumen hasil belajar, ketentuan administrasi, dan jalur pendidikan lanjutan sesuai kebutuhan keluarga.
Bagaimana mengetahui jadwal, biaya, dan ketersediaan?
Hubungi admin dengan menyebut IAIS Home-Based Learning dan kebutuhan Anda. Mintalah informasi kelas atau layanan yang tersedia, jadwal, biaya, persyaratan, serta ketentuan pendaftaran sebelum menentukan pilihan.
Home-Based Learning
Mulai dari kebutuhan nyata anak dan kapasitas keluarga Anda.
Kami bantu menjelaskan alur IAIS Home-Based Learning, pilihan jenjang, pendampingan orang tua, dan langkah awal yang paling sesuai untuk keluarga.
